Waspada Difteri, Temukan Solusi Alaminya

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest

Apa Sih Difteri?

Difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa.

Difteri termasuk salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dan imunisasi terhadap difteri termasuk ke dalam program imunisasi wajib pemerintah Indonesia. Imunisasi difteri yang dikombinasikan dengan pertusis (batuk rejan) dan tetanus ini disebut dengan imunisasi DPT. Sebelum usia 1 tahun, anak diwajibkan mendapat 3 kali imunisasi DTP. Cakupan anak-anak yang mendapat imunisasi DPT sampai dengan 3 kali di Indonesia, pada tahun 2016, sebesar 84%. Jumlahnya menurun jika dibandingkan dengan cakupan DPT yang pertama, yaitu 90%.

 

Apa penyebab terjadinya Difteri?

Difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae.  Penyebaran bakteri ini dapat terjadi dengan mudah, terutama bagi orang yang tidak mendapatkan vaksin difteri. Ada sejumlah cara penularan yang perlu diwaspadai, seperti:

  • Terhirup percikan ludah penderita di udara saat penderita bersin atau batuk. Ini merupakan cara penularan difteri yang paling umum.
  • Barang-barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri, contohnya mainan atau handuk.
  • Sentuhan langsung pada luka borok (ulkus) akibat difteri di kulit penderita. Penularan ini umumnya terjadi pada penderita yang tinggal di lingkungan yang padat penduduk dan kebersihannya tidak terjaga.

Bakteri difteri akan menghasilkan racun yang akan membunuh sel-sel sehat dalam tenggorokan, sehingga akhirnya menjadi sel mati. Sel-sel yang mati inilah yang akan membentuk membran (lapisan tipis) abu-abu pada tenggorokan. Di samping itu, racun yang dihasilkan juga berpotensi menyebar dalam aliran darah dan merusak jantung, ginjal, serta sistem saraf.

Terkadang, difteri bisa jadi tidak menunjukkan gejala apapun sehingga penderitanya tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi. Apabila tidak menjalani pengobatan dengan tepat, mereka berpotensi menularkan penyakit ini kepada orang di sekitarnya, terutama mereka yang belum mendapatkan imunisasi.

 

Gejala yang sering terjadi

Difteri umumnya memiliki masa inkubasi atau rentang waktu sejak bakteri masuk ke tubuh sampai gejala muncul 2 hingga 5 hari. Gejala-gejala dari penyakit ini meliputi:

  • Terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel.
  • Demam dan menggigil.
  • Sakit tenggorokan dan suara serak.
  • Sulit bernapas atau napas yang cepat.
  • Pembengkakan kelenjar limfe pada leher.
  • Lemas dan lelah.
  • Pilek. Awalnya cair, tapi lama-kelamaan menjadi kental dan terkadang bercampur darah

Difteri juga terkadang dapat menyerang kulit dan menyebabkan luka seperti borok (ulkus). Ulkus tersebut akan sembuh dalam beberapa bulan, tapi biasanya akan meninggalkan bekas pada kulit.

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda atau anak Anda menunjukkan gejala-gejala di atas. Penyakit ini harus diobati secepatnya untuk mencegah komplikasi.

 

Tindakan Pencegahan dan Pengobatan

Mengetahui adanya infeksi difteri sejak dini akan sangat membantu untuk penyembuhannya.
Lakukan langkah berikut agar infeksi difteri bisa ditangani dengan baik.

  1. Jika Anak mengeluh nyeri tenggorokan disertai bunyi seperti mengorok, maka segera periksakan ke Dokter atau bawa ke Rumah Sakit terdekat. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah si Anak benar benar terinfeksi difteri.
  2. Apabila Anak sudah dipastikan terinfeksi difteri, maka seluruh anggota keluarga harus juga segera diperiksa untuk memastikan apakah sudah terjadi penularan atau belum.
  3. Anggota keluarga yang dinyatakan bersih, harus segera mendapatkan imunisasi DPT.
  4. Selalu sediakan dirumah antibiotik alami yang terbaik, yaitu Moment Propolis.

 

Moment Propolis sebagai antibiotik alami

Atasi Gusi Bengkak dengan Moment Propolis

MOMENT NANO MINT BRAZILLIAN PROPOLIS
POM TR  153 690 161

MENGAPA PROPOLIS BRAZILIAN ??
Karena Propolis ini di Hasilkan dari Air liur Lebah di campur dengan Getah pepohonan dan pucuk daun muda dari Hutan Tropis daratan tinggi Brazil yang Terhindar dari Polusi ( Sangat Steril melebihi ruangan Operasi ).
Brazil Juga Terkenal sebagai penghasil Propolis Terbaik karena kandungan Bioflavonoidnya Paling Tinggi ( Majalah Trubus Januari 2010 )

MANFAAT MOMENT PROPOLIS
– Sebagai antibiotik alami ( Kekebalan Tubuh )
– Meningkatkan sistem imun
– Membunuh virus dan bakteri dan sangat efektif sbg P3K keluarga.
– Anti kanker
– Meningkatkan Nafsu makan

KEUNGGULAN UTAMA MOMENT PROPOLIS

  • Brazillian Propolis
  • Menggunakan Nano Technology
  • Satu2nya propolis Beraroma dan rasa Mint
  • dikemas dlm botol kaca steril yg dpt melindungi dr kerusakan terkena panas sinar matahari 100% bebas Wax
  • Propolis Moment ini bersifat dis-infektan (Anti bakteri) alami yang mampu membunuh semua kuman yang masuk ke sarang lebah.
  • Moment menyediakan Brazilian Propolis, yang diambil dari lebah Hutan Amazon Brazil yang terkenal akan kemurnian dan kealamiannya
  • Karena sifatnya yang alami, penggunaan MOMENT PROPOLIS tidak ada efek samping.
  • Propolis Moment diformulasikan dengan Aroma Mint dan Nano Technology – yang sangat berguna untuk tubuh manusia, bukan hanya ampuh untuk membunuh kuman, virus dan bakteri yang sudah masuk ke tubuh kita tapi bahkan mencegahnya terlebih dahulu

 

 

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*