Tulisan Larangan Merokok Pada Bungkus Rokok, Apa Maknanya? Perokok Wajib Baca!

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest

Jumlah perokok di Indonesia saat ini dalam kondisi darurat, konsumsi rokok kita itu mencapai lebih dari sepertiga jumlah penduduk Indonesia atau 36,4 % dari masyarakat mengkonsumsi rokok. Banyak orang yang tidak memahami bahwa merokok menjadi kontribusi terbesar penyakit tidak menular seperti penyakit kanker dan jantung.

Sepertinya peringatan pada kemasan rokok, tidak menjadikan jumlah perokok yang ada di Indonesia berkurang bahkan bias saja terjadi penambahan untuk perokok. Tentunya sebagai seorang perokok, kita tahu terdapat peringatan atau tulisan yang menakutkan pada kemasan bungkus rokok seperti merokok membunuhmu, merokok sebabkan kanker tenggorokan, merokok sebabkan kanker mulut, merokok sebabkan kanker paru-paru dan bronkitis kronis dan lain sebagainya yang tertera tulisan dan peringatan pada kemasan rokok. Peringatan dan tulisan pada kemasan rokok, tida menjadikan suatu momok yang menakutkan  bagi perokok.

Indonesia adalah penghasil cengkeh terbesar didunia, cengkeh adalah bahan dasar untuk membuat rokok. Indonesia juga penghasil rokok terbesar didunia, bahkan di Indonesia banyak jenis merek rokok yang kita temukan ditoko-toko besar, warung kelontong, pedagang kaki lima dan ditempat-tempat lainnya. Contoh merek rokok yang ada di Indonesia seperti Djarum super, Gudang Garam filter, sampoerna, sampoerna mild, magnum blue, magnum black, marioboro, Djinggo, dunhil, Djisamsoe, dan masih banyak lagi merek-merek rokok lainnya yang bisa kita temukan. Setiap perokok akan akan mengkonsumsi rokok sesuai selera masing-masing.

Perokok yang ada di Indonesia selain bertambah, sebab di zaman sekarang perokok itu tidak hanya dirasakan oleh kalangan orang dewasa saja. Bahkan sekarang sudah banyak dinikmati dikalangan remaja atau anak-anak semua ikut menikmati dan mengkonsumsi rokok. Padahal banyak bahaya atau penyakit yang ditimbulkan disebabkan pada rokok.

 

Berikut beberapa bahaya merokok terhadap daya tahan tubuh:

1. Kerusakan saluran pernapasan

Merupakan awal terjadinya penurunan daya tubuh. Racun pada rokok dapat menyebabkan iritasi serta timbulnya lendir pada saluran pernapasan yang merupakan peluang terjadinya infeksi pada tenggorokan hingga paru. Infeksi juga dapat menjadi lebih rentan karena asap rokok merusak silia, rambut kecil pada saluran pernapasan yang berfungsi menangkap debu. Semakin banyak paparan asap rokok maka akan semakin besar risiko infeksi tersebut menjadi lebih serius dan menyebabkan kerusakan rongga udara pada paru.

2. Memicu kondisi autoimun

Kandungan racun karsinogen dan tar menyebabkan tubuh menjadi kurang efektif melawan infeksi. Sistem imun yang melemah juga berbahaya karena dapat memicu penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis dan multiple sclerosis.

3. Menghambat aliran darah

Hal ini merupakan efek dari nikotin sehingga memicu darah menjadi lebih kental dan menyebabkan nutrisi, mineral dan oksigen yang disebarkan melalui darah menjadi lebih sedikit. Akibatnya pada perokok, peradangan pada bagian luar maupun organ dalam tubuh mengalami perbaikan yang lebih lama.

4. Mengurangi jumlah antibodi

Hal ini adalah efek racun dari rokok yang telah memasuki  aliran darah. Antibodi itu sendiri merupakan protein darah yang berperan dalam mengurangi jumlah agent infeksi spesifik pada tubuh. Akibatnya perokok akan mengalami masa penyembuhan yang lebih lama dari biasanya.

5. Mengurangi kadar antioksidan

Senyawa antioksidan seperti yang berasal  dari vitamin C dalam darah berfungsi untuk menangkal radikal bebas dan memperbaiki kerusakan organ. Perokok pada umumnya memiliki kadar antioksidan lebih sedikit dibandingkan pada individu yang tidak merokok.

6. Meningkatkan sel darah putih

Sama seperti antibodi, sel darah putih juga berfungsi untuk melawan infeksi, namun pada perokok, inflamasi dan kerusakan yang terus terjadi menyebabkan kadar sel darah putih terus berada dalam jumlah yang tinggi. Akibatnya, sel darah putih akan menjadi kurang responsif terhadap agent penyakit dan jika terjadi dalam waktu yang lama dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan perkembangan kanker.

Peringatan-peringatan atau tulisan pada kemasan rokok, hanyalah sebuah kalimat yang tidak berarti bagi penikmat rokok. Padahal sudah tertera dalam kemasan bungkus rokok bahaya dan penyakit yang ditimbulkan pada bahaya merokok. Seolah-olah perokok menutup mata atas bahaya yang ditimbulkan pada rokok tersebut.

Untuk mengurangi perokok yang ada di Indonesia adalah hal mustahi, apalagi untuk menghilangkan rokok juga hal yang mustahil atau hal tidak mungkin. Sebab seorang pecandu rokok lebih berat meninggalkan sebatang rokok dibandingkan meninggalkan harta benda atau sekalipun kehilangan pacar yang dicintainya. Selain itu, pajak yang dikeluarkan perusahaan rokok untuk Negara lumayan besar. Dan dengan cara apapun untuk menghilangkan atau mengurangi rokok, adalah langkah yang menurut saya sia-sia dan tidak ada hasil yang signifikan untuk mengurangi bahkan menghilangi rokok yang ada di Indonesia. Kita tentunya sudah mengetahui, tulisan-tulisan di larang merokok ditempat-tempat umum seperti perkantoran, sekolah, terminal, pasar, jalan-jalan umum atau tempat yang lainnya. Tulisan-tulisan tersebut tidak beda halnya dengan sampah menjadi sesuatu hal yang disepelekan.

Kita lihat dikota-kota besar yang ada di Indonesia salah satu contohnya Jakarta yang pernah menerapkan larangan merokok di area tempat-tempat umum. Jakarta telah menerapkan pelarangan merokok area-area tempat umum, namun kenyataannya pelarangan hanya sebuah larangan, tidak berjalan dengan maksimal perokok harus bermain petak umpet dengan petugas. Jika kedapatan merokok akan kena sanksi atau teguran, jika tidak ya sudah bebas begitu saja.

Namun ditahun ini larangan-larangan seperti itu tidak berlaku lagi, kita lihat di Jakarta banyak para perokok yang merokok di tempat-tempat umum. Bahkan petugasnya pun tidak memberikan sanksi atau teguran sama sekali.  Peraturan merokok di tempat-tempat umum tersebut dibuat namun pada kenayataannya hasilnya nihil, peraturan tersebut hanya peraturan belaka bukan peraturan yang nyata.
Lalu kemudian, pemerintah pernah membahas wacana kenaikan harga rokok bukan pemusnahan rokok. Sebenarnya pemerintah beritikad baik untuk mengurangi perokok yang ada di Indonesia. Lagi-lagi rencana tersebut hanya sebuah rencana belaka semua pihak tidak menyetujui kenaikan harga rokok di Indonesia.

Sebenarnya untuk menghilangkan atau memusnahkan rokok bukan dilihat cara dan bagaimana mengurangi ataupun menghilangkan rokok, semua kembali kepada diri masing-masing yaitu dengan menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat tentang bahaya merokok dan sadar atas apa yang dilakukan bahwa merokok memang sangat membahayakan kesehatan. (kompasiana.com/idris salam)

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*