Pentingnya Investasi Sejak Usia Muda

Pentingnya Investasi Sejak Usia Muda
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest

Berkembangnya kehidupan sisial kelas menengah saat ini, membuat gaya hidup masyarakat menjadi sangat tinggi dan konsumtif. Hal ini menyebabkan kesadaran untuk berinvestasi kian tipis di masyarakat, khususnya di kalangan anak muda. Banyak kalangan muda yang berusia 20 tahunan masih beranggapan bahwa memulai investasi memerlukan modal besar dan dilakukan nanti ketika telah memiliki penghasilan dan ada sisanya dari penghasilan tersebut.

Pentingnya Investasi Sejak Usia Muda

Padahal dengan menyisihkan uang untuk ditabung atau diinvestasikan di usia muda merupakan sebuah kebutuhan saat ini. Pada usia muda atau produktiflah merupakan saat yang tepat untuk mengumpulkan aset. Saat ini telah berkembang instrumen investasi modern dengan modal investasi awal relatif rendah, seperti produk pasar modal reksa dana minimum investasinya dapat dimulai dengan dana Rp 100.000.

Tentunya dengan memiliki tabungan berupa aset dapat membantu kita dalam menghadapi ketidakpastian di masa depan. Selain itu juga ada beberapa alasan mendasar mengapa kita harus memulai berinvestasi pada usia muda.

Ingin tahu alasan apa saja yang mendasari kita untuk berinvestasi sejak usia muda ? Berikut ulasannya.

1. Memiliki waktu banyak untuk melakukan investasi

Semakin dini mulai melakukan investasi, maka akan semakin banyak waktu bagi dana atau investasi dapat berkembang sehingga kekayaan kita di  masa depan juga berpotensi akan semakin besar.

2. Usia mempengaruhi tingkat profil risiko

Seorang investor berusia muda yang termasuk dalam masa produktif memiliki kemampuan untuk memilih investasi berisiko tinggi atau agresif, seperti instrumen investasi saham atau reksa dana saham sehingga potensi keuntungan yang akan diperoleh akan semakin besar. Dalam berinvestasi semakin tinggi risiko maka keuntungan yang bisa diperoleh juga akan semakin tinggi.

Sementara bagi kalangan yang telah masuk dalam usia pensiun akan cenderung menghindari risiko (konservatif) dalam berinvestasi dan memilih instrumen investasi berisiko rendah, seperti deposito atau reksa dana pasar uang. Potensi keuntungan yang akan diperoleh juga kecil dan berbanding lurus dengan risikonya yang relatif rendah.

3. Memiliki waktu lebih banyak untuk belajar

Investor yang masih berusia muda mempunyai waktu belajar tentang investasi yang lebih panjang. Sehingga apabila kita mengalami kegagalan dalam berinvestasi maka masih banyak waktu untuk belajar kembali.

Berinvestasi pada usia muda juga akan memberi banyak pengalaman untuk belajar berinvestasi dengan baik karena setiap produk investasi memiliki karakterisitik yang berbeda-beda dalam memberi keuntungan dan risiko.

4. Memiliki kemampuan untuk dapat menyesuaikan dengan perkembangan teknologi

Perkembangan teknologi saat ini telah berkembang cukup pesat. Rata-rata investor muda berusia 20-an sudah sangat familiar dengan kemajuan teknologi, seperti perdagangan online, media sosial, dan aplikasi mobile yang dapat menjadi dasar pengetahuan dalam berinvestasi.

Itulah beberapa alasan mengapa kita harus melakukan investasi sejak usia muda. Dengan berinvestasi akan memberi banyak manfaat, seperti mendapat jaminan pendapatan yang tetap di masa depan, mencegah adanya jeratan utang, dan mendorong gaya hidup hemat. Namun ada hal yang perlu diperhatikan yakni setiap produk investasi pasti memiliki risiko sehingga hanya cocok dilakukan untuk tujuan jangka panjang.

Faktor usia memang dapat menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan investasi karena semakin banyak waktu yang ada, maka investasi bisa semakin berkembang. Namun, sebaiknya sebelum memutuskan berinvestasi, seorang investor harus mempelajari karakteristik setiap produk investasi sesuai dengan tujuan investasi dan profil risikonya.

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*