Kisah Sukses Kuliner Ala Gibran Rakabuming

kisah sukses kuliner ala gibran rakabuming
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest

kisah sukses kuliner ala gibran rakabuming

Siapa yang tak kenal Gibran Rakabuming Raka di Indonesia. Karena dia adalah anak dari Presiden ke 7 Republik Indonesia. Gibran juga terkenal sebagai salah satu pengusaha muda sukses di Indonesia.

Inilah kisah suskes Gibran Rakabuming Raka yang di kenal mempunyai sikap dingin dan jarang tersenyum. Dia adalah pemuda sukses yang lahir dari pasangan Joko Widodo dan Iriana, lahir pada 1 oktober 1987 di Solo. Meskipun begitu sebenarnya Gibran adalah sosok yang humoris dan mudah bergaul, terbukti ketika belum lama ini di undang di acara “Mata Najwa” Gibran mampu membuat para pemirsa studio tertawa terbahak-bahak.

Gibran lahir di saat Jokowi sedang memulai merintis usaha mebel. Menginjak usia SMP Gibran mulai pindah ke Singapura untuk melanjutkan mengenyam pendidikan di Orchid Park Secondary School lulus pada tahun 2002 lalu melanjutkan pendidikan di management Development Institute of Singapore (MDIS) lulus pada tahun 2007 dan kembali melanjutkan pendidikannya di University Technology Insearch, Sydney, Australia dan lulus pada tahun 2010.

Setelah lulus dan kembali ke rumah, saat itu Gibran mendapatkan ide untuk mendirikan usaha kuliner ketika melihat gedung pertemuan Graha Saba Buana milik ayahnya yang selama bertahun-tahun tanpa memiliki katering sendiri, jadi setiap ada yang menyewa gedung tersebut, penyewa selalu menyewa ketering ditempat lain padahal biaya terbesar saat hajatan adalah pada catering, sontak Gibran mulai berambisi untuk memulai usahanya, namun keinginan untuk memulai usaha mandiri di tentang orang tua karena ayahnya berharap Gibran mau meneruskan usaha yang telah dirintis oleh sang ayah.

Meskipun di tentang namun tak menyurutkan niat Gibran untuk berwirausaha. “Bapak bilang, lha terus sing nglanjutke sopo? Kamu nggak nurut sama orang tua?” ucap Gibran menirukan ayahnya.

Tanpa meminta bantuan kepada sang ayah Gibran lebih memilih mengajukan proposal pinjaman ke Bank, sayang hampir semua proposalnya ditolak oleh semua bank mungkin karena belum percaya kepada Gibran yang waktu itu masih berumur 22 tahun dan belum memiliki pengalaman.

Dari ke tujuh proposal hanya satu yang di setujui, akhirnya Gibran mendapat pinjaman namun Gibran tidak mau menyebutkan berapa jumlahnya, ” Saya mengajukan sekian tapi yang turun hanya sebagian kecil “, ungkapnya. Dari situlah mulai berdirinya Chilli Pari Catering.

Chilli Pari Catering adalah usaha yang di geluti putra sulung Jokowi, Gibran memberikan nama usahanya Chilli Pari,yaitu Chilli yang berarti keberanian dan Pari atau padi yang berarti kemakmuran. Gibran mengakui usaha yang dirintisnya ini berdiri tanpa mendapatkan restu orang tua, “Saya nggak tahu nanti adik-adik saya apakah mau melanjutkan usaha Bapak atau tidak. Kalau saya jelas sudah tidak mau.” celotehnya.

Dengan keterbatasan modal membuat Gibran harus berpikir keras untuk sebuah prioritas. Dengan modal tersebut bukan untuk membeli persediaan bahan masakan Gibran justru lebih memprioritaskan kantor bagian depan agar tampak seperti restoran mini. “Pertama kali yang penting kantor depan dulu harus bagus. Di belakang dulu belum ada apa-apa, cuma ada satu kompor.” celetuknya.

Tujuan utama Gibran lebih memprioritaskan kantor depan adalah untuk mendapatkan daya tarik dari konsumen. “Kantor ini sebenarnya digunakan untuk test food. Sebelum pelanggan pesan, mereka bisa mencoba dulu makanannya.” ungkapnya lagi. Namun usaha ini belum bisa menarik konsumen secara maksimal karena pada umunya mereka lebih percaya pada catering yang sudah memiliki nama.

Gibran memutuskan untuk menerjunkan team marketing untuk menjaring pasar, namun lagi-lagi usahanya sering mendapat penolakan karena cateringnya benar-benar belum dikenal oleh banyak orang. Perlahan tapi konsisten tim pemasaran mulai menjaring konsumen kelas menengah keatas bahkan Gibran sendiri pun ikut turun tangan memperkenalkan usaha dan meyakinkan kepada konsumen baik di rumah-rumah maupun kantor.

Usaha dan perjuangan Gibran sangatlah berat, bahkan pernah suatu hari pesanan catering tiba-tiba dibatalkan ketika mendekati hari H. Setelah di selidiki ternyata pesan di batalkan karena saran dari para kerabat yang tidak percaya kepada chilli pari catering karena usahanya masih baru. Setelah itu Gibran meminta ijin untuk datang ke rumahnya. “Uang muka saya kembalikan semua, tapi saya minta ijin untuk sowan (main) kerumahnya, beberapa hari kemudian.”

Gibran datang sendiri kerumah demi meyakinkan pelanggan yang telah membatalkan katering dengan membawa katalog dan beberapa sample makanan. Sebenarnya pelanggan tesebut sudah yakin dengan masakannya hanya kurang yakin dengan pelayanan dalam menjamu tamu untuk ribuan orang.

Gibran pun kembali meyakinkan orang tersebut bahwa dia menjamin bahwa sinoman (pelayan)-nya lebih dari cukup untuk mensukseskan acara tersebut. “Khusus buat Ibu, sinomannya saya kasih 1 : 4” terangnya yang juga ketua APJI Solo (Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia) menirukan negosiasinya saat itu.

Pada saat masa-masa membangun usaha banyak sekali menghadapi rintangan hingga pernah merasakan rugi, bahkan sangat sering mendapat penolakan dari calon konsumen. Namun perjuangan dan kerja kerasnya sudah terbayar, kini nama Chilli Pari Catering sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat mulai dari desa hingga kota, bahkan hingga ke mancanegara.

Chilli Pari Catering adalah salah satu penyedia jasa One Stop Wedding Solution terbaik di kota Solo. Sekarang bisnis katering yang di geluti Gibran sudah melayani katering berbagai event baik nasional maupun internasional.

Menu yang di tawarkan adalah masakan jawa, jepang, barat dan masih ingin menambah beberapa menu masakan baru kedepannya. Selain itu Chilli Pari juga menawarkan Gedung Pernikahan, Wedding Event Organization, rias pengantin, dekorasi, undangan, Souvenir, hiburan/entertainment yang dapat menjadi perhitungan untuk kalangan menengah keatas. Bahkan saat ini pun Jokowi menjadi luluh dan mendukung sepenuhnya kerja keras putra sulungnya.

Tidak Menjadikan penghalang kesuksesannya meskipun Tidak Ada Modal meskipun saat itu Jokowi adalah seorang Walikota Solo lantas tak membuat Gibran berpangku tangan kepada sang ayah. Gibran justru lebih memilih usaha mandiri memulainya dari nol dengan meminjam ke berbagai bank namun hanya satu yang mendapatkan persetujuan, itu pun nominalnya sangat jauh dengan yang diharapkan, namun tidak mematahkan semangat Gibran untuk terus berusaha, berusaha, dan terus berusaha.

 

Kisah sukses kuliner ala gibran rakabuming

  1. Melakukan Promosi Dengan Baik

Dari awal berdirinya Chilli Pari Gibran langsung ikut turun tangan melakukan promosi, mulai dari berbagi brosur hingga datang langsung ke kantor dan rumah-rumah untuk memperkenalkan bisnisnya. Awalnya memang banyak mendapat penolakan bahkan yang sudah memesan pun juga ada yang membatalkan di karenakan belum memiliki kepercayaan dari para calon konsumen.

Namun dengan kegigihan dan ketekunan lama kelamaan bisnisnya mulai di kenal banyak orang. Di tambah lagi promosi gratis dari pemberitaan media semenjak ayahnya mencalonkan diri menjadi Presiden membuat usahanya semakin lebih di kenal hingga pelosok negeri bahkan hingga mancanegara. Saat ini Chilli Pari telah melayani berbagai event baik nasional maupun internasional.

2. Kreatif Dan Inovatif

Banyaknya usaha katering di Kota Solo membuat persaingan di dunia bisnis catering semakin ketat. Hal inilah yang membuat Gibran untuk selalu mencari inovasi-inovasi baru sekreatif mungkin. Cara yang diterapkan Gibran adalah mempertahankan kualitas cita rasa masakan dan memberikan konsep penyajian terbaik bagi para tamu.

3. Manajemen Kecepatan Penyajian

Penyajian yang masih sering digunakan di Kota Solo adalah menggunakan metode “Piring Terbang”, Tidak seperti di kota-kota lainnya yang sudah menggunakan metode standing party / prasmanan. Jadi para tamu hanya duduk di kursi tamu, kemudian para sinoman/pramu saji akan mengantarkan makanan langsung kepada para tamu. Dalam menggunakan metode ini yang perlu di perhatikan adalah kecepatan penyajian.

Dan tampaknya Gibran sudah cukup memahami betul metode ini sehingga ia selalu berkordinasi dengan panitia penyelenggara acara untuk menyajikan sajian yang belum di sajikan. Karena biasanya orang jawa kalau sudah di suguhkan nasi dan minuman biasanya langsung pulang padahal masih ada menu penutup yang masih harus di sajikan.

Oleh sebab itu kecepatan penyajian sangat di utamakan dalam metode ini. Karena apabila masih ada sajian yang belum tersajikan maka akan menjadi beban bagi penyedia katering dan pihak menyewa tidak memiliki kewajiban membayar.

Itulah tadi cerita singkat Kisah Sukses dan Kunci Sukses Gibran Rakabuming Raka semoga dapat menginspirasi bagi pengunjung blog Generasi Wirausaha. Kesimpulannya keterbatasan modal bukanlah halangan untuk meraih kesuksesan, semua itu dapat dilalui dengan mudah hanya dengan ketekunan, kegigihan, dan kerja keras.

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*