Kisah Sukses Juragan Keripik Pedas Maicih

Kisah Sukses Juragan Keripik Pedas Maicih
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest
Menjadi orang sukses di usia muda adalah impian semua orang. Salah satunya adalah Reza Nurhilman seorang pengusaha sukses keripik maicih. Reza Nurhilman yang akrab di sapa AXL maicih adalah contoh pengusaha muda yang sukses berkat kegigihan dan kreatifitasnya dalam mengembangkan sebuah bisnis.
Kisah Sukses Juragan Keripik Pedas Maicih
Nama Keripik Maicih pasti sudah tidak asing lagi terutama bagi peselancar dunia maya, Yaa karena keripik ini hanya di pasarkan melalui dunia maya namun peminatnya sangatlah banyak, tidak hanya di Indonesia saja bahkan sampai keluar negeri. Sangat lucu memang bisnis keripik dengan omset ratusan juta perbulan namun sama sekali tidak memiliki kantor. Bagaimana itu bisa terjadi?

Awal Menggeluti Bisnis Keripik Pedas Maicih

Lulus SMA pada tahun 2005 tidak serta merta membuat Reza melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Ia memutuskan untuk terlebih dahulu mengumpulkan modal dengan menawarkan bermacam-macam produk – mulai alat elektronik hingga pupuk- yang dilakukan dalam rentang waktu empat tahun (2005-2009).

Jejak kesukesan Reza di bidang keripik pedas mulai dirintis ketika ia diajak oleh seorang temannya ke salah satu daerah di Cimahi untuk mencicipi keripik lada pedas buatan seorang nenek. Reza mengakui bahwa keripik buatan nenek tersebut sangat enak, namun sangat disayangkan karena sang pembuat tidak memasarkan secara komersil dan hanya membuatnya pada momen tertentu.

Reza kemudian mengambil inisiatif dengan menanyakan resep keripik buatan sang nenek. Bak gayung bersambut, sang nenek tidak keberatan berbagi dan mengizinkan Reza menggunakan resep sama untuk berjualan.

Hanya dengan bermodal Rp 15 juta rupiah, pria ini mulai memproduksi keripik yang diberi merek Maicih sebanyak 50 bungkus per hari. Kala itu, ia hanya menyediakan kripik pedas dengan varian level 1-5 yang dipasarkan dengan cara berkeliling.

Pelan namun pasti, usaha keripik pedas ini dikenal masyarakat luas dan menjadi camilan wajib yang cukup enak. Reza akhirnya menambah tingkat kepedasan hingga level 10 dengan kapasitas produksi lebih dari 2000 bungkus per hari. Pemasaran yang meliputi beberapa wilayah oleh beberapa jenderal (sebutan bagi reseller Maicih) membuat pria asal Bandung tersebut mampu meraih omset hingga Rp900 juta per bulan dengan estimasi pendapatan sekitar Rp30 juta per hari.

Strategi Pemasaran Keripik Maicih

Popularitas Maicih tak terlepas dari strategi marketing yang dijalankan oleh sang pemilik. Reza memanfaatkan sosial media Twitter dan Facebook sebagai sarana meraup keuntungan. Ia tidak membuka toko seperti layaknya penjual makanan, namun menggunakan jejaring sosial untuk memberitahu konsumen lokasi dimana para jenderal (agen) keripik ini menjajakan dagangannya.

Keunikan Maicih juga terlihat dari penggunaan jargon khusus ketika berkomunikasi melalui jejaring sosial. Konsumen akan mendapati kata “Emak” sebagai istilah bagi oembuat keripik Maicih dan “cucu” untuk pelanggan.

Reza juga memberikan sebutan “Jenderal” bagi para agen penjual, “Ichiers” untuk penggemar keripik pedas, “Republik Maicih” untuk manajemen perusahaan, dan “tericih-icih” untuk menggambarkan ketagihan akan pedasnya produk.

Kegiatan Reza yang Lain

Selain mengurus bisnis keripik pedas, pemuda yang usianya belum genap 30 tahun itu sekarang sibuk memberikan pelatihan untuk menginspirasi anak muda dan mencetak jutawan baru. Ia mendirikan AXlent Academy yang bertujuan membantu pengusaha muda merintis bisnis.

Reza juga mengeluarkan majalah bertajuk Ichiers Magazine dan mengeluarkan buku berjudul Revolusi Pedas yang diterbitkan oleh Blitz Megaplex Grand Indonesia di Jakarta pada 29 Juni 2012.

Pemuda ini memberikan tiga rahasia sukses kepada seluruh pebisnis yang ingin mengikuti jejaknya, yakni totalitas, loyalitas, dan sinergi. Dia berpesan agar ketiga hal tersebut dijalankan dengan seimbang agar bisnis dapat berjalan lancar dan berkembang.

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*