Kisah Sukses Adi Pramudya dengan Bisnis Pertanian

Kisah Sukses Adi Pramudya dengan Bisnis Pertanian
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest

Kesuksesan dapat diraih siapapun tak mengenal usia. Kalau bisa sukses selagi muda mengapa tidak ? Itu pula yang dilakukan oleh pria yang bernama lengkap Adi Pramudya yang telah berhasil menjadi pengusaha sukses di usia 22 tahun. Pria yang berasal dari daerah Pati Provinsi Jawa Tengah ini menjadi tokoh inspiratif bagi para petani di tanah air dan bagi siapapun yang mau terjun memulai usaha bidang agribisnsi. Dimana pengusaha muda ini sukses dari sebuah ide sederhana yakni usaha menanam berbagai bumbu dapur atau rempah-rempah.

Kisah Sukses Adi Pramudya dengan Bisnis Pertanian

Rempah-rempah selalu dibutuhkan orang dan dibeli orang sebagai salah satu kebutuhan utama setiap rumah tangga. Bukan hanya dibutuhkan setiap rumah tangga, akan tetapi dibutuhkan oleh berbagai industri kuliner di sejumalh daerah di Indonesia. Nah, pria yang ramah ini mampu melihat peluang bisnis usaha ini dan menjadikannya sebuah bisnis yang menguntungkan.

Suatu waktu, Adi begitu akrab ia disapa menemukan sebuah tanah kosong seluas 5 hektare di sekitar Bogor. Dan mengubahnya menjadi areal pertanian khusus rempah-rempah. Dimana setiap satu hektare tanah yang ditanami kencur, lengkuas dan kunyit dapat menghasilkan 35 sampai 40 ton rempah-rempah. Sehingga setiap musim panen, Adi Pramudya mampu meraih keuntungan lebih dari Rp 300 juta.

Pendek kata, usaha bertani rempah-rempah atau bumbu dapur yang dikelola Adi berkembang pesat sehingga pria yang pekerja keras ini pada tahun 2012 mendirikan perusahaan pertanian bernama CV Anugerah Adi.

Berbagai prestasi dan penghargaan telah Adi dapatkan dari jiwa wirausaha bertanam rempah-rempah. Adi Pramudya meraih juara pertama lomba Wirausaha Muda Pemula Berprestasi 2014 yang diselenggarakan oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga.

Pria yang supel dan dermawan ini mengakui kesuksesannya selama ini tidak didapat secara mudah dan instant, melainkan harus melalui berbaai proses perjuangan. Menurutnya, jika seseorang ingin menjadi pengusaha yang berhasil maka ia harus memiliki jiwa pantang menyerah seperti halnya dirinya. Dimana Adi mengakui sebelum memulai usaha bertanam rempah, ia menjalankan usaha menanam singkong. Namun ternyata usahanya gagal karena harga singkong di pasar sangat murah Rp 700 per kg membuat ia memiliki sedikit keuntungan sekitar Rp 5 juta sekali panen. Hal tersebut tidak menyurutkan langkah Adi untuk menekuni usaha agribisnis. Kemudian ia bertanam rempah-rempah yang untungnya berlipat-lipat. Usaha pertanian rempah-rempah sangat kecil kemungkinan terjadinya gagal panen dan perawatannya mudah sekali.

Demikianlah kisah Adi Pramudya dalam berbisnis pertanian. Semoga dapat menginspirasi kita semua dan memotivasi dalam menjalankan usaha agribisnis. Semoga bermanfaat.

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*