Cara Tradisional Mengatasi Pilek

cara tradisional mengatasi pilek
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest

cara tradisional mengatasi pilek

Pilek adalah radang yang terjadi pada lapisan hidung dan tenggorokan, sehingga menyebabkan produksi lendir menjadi lebih banyak. Mereka yang terkena pilek akan mengalami gejala berupa nyeri tenggorokan, bersin-bersin, hidung tersumbat yang kemudian beringus, bahkan batuk-batuk.

Pilek disebabkan oleh virus dari kelompok coronaviruses dan rhinoviruses. Kondisi ini dapat menular melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Contoh penularan melalui kontak langsung adalah ketika seseorang tanpa sengaja menghirup butiran-butiran bersin yang dikeluarkan penderita pilek di udara. Sedangkan contoh penularan tidak langsung adalah ketika seseorang tidak sengaja memegang benda yang telah terkontaminasi virus dari penderita pilek, lalu orang itu memegang hidung atau mulutnya.

Pilek biasanya berlangsung selama seminggu. Tapi pada balita, pilek cenderung berlangsung lebih lama, yaitu sekitar sepuluh hingga empat belas hari. Namun jika pilek disertai batuk, kondisi ini bisa berlangsung hingga tiga minggu.

Pada dua hingga tiga hari pertama, gejala pilek biasanya akan terasa sangat berat. Gejala awal yang biasanya muncul adalah nyeri pada tenggorokan yang kemudian disusul oleh gejala lainnya seperti iritasi dan nyeri pada hidung, bersin-bersin, hidung beringus yang kemudian tersumbat. Gejala pilek lainnya adalah tidak enak badan, batuk-batuk, dan suara parau.

Selain itu, meski jarang terjadi, beberapa penderita pilek juga bisa merasakan gejala seperti nyeri otot, nyeri telinga, sakit kepala, mata berair, demam, serta kehilangan daya penciuman dan perasa.

Tak hanya orang dewasa, anak pun menjadi sasaran penyakit yang satu ini. Bahkan, bisa dibilang, mayoritas anak-anak menjadi langganan penyakit batuk pilek karena seringnya frekuensi kemunculan penyakit ini pada anak.

Berikut Obat tradisional batuk pilek pada anak dapat menjadi alternatif yang baik bagi orangtua dikala sang anak mengalami batuk pilek.

  • Berkumur dengan air garam. Cara ini dapat membantu meredakan gejala hidung tersumbat dan nyeri tenggorokan.
  • Mengonsumi permen menthol. Cara ini dirasa efektif oleh beberapa orang dalam meredakan nyeri tenggorokan.
  • Menggunakan balsem hangat. Cara ini dapat meringankan gejala pilek, terutama pada bayi dan balita. Usapkan balsem pada punggung atau dada, dan jangan sampai masuk ke lubang hidung, karena selain terasa pedih, juga bisa mengganggu napas.
  • Menggunakan obat tetes hidung saline. Cara ini sama seperti berkumur dengan air garam, namun lebih aman bagi bayi dan balita. Obat yang dapat Anda beli langsung di apotek ini dapat meredakan gejala hidung tersumbat.
  • Menghirup uap air panas. Cara ini dapat membantu mengencerkan ingus yang menyumbat hidung, sehingga mudah dikeluarkan. Anda bisa menaruh air panas pada sebuah mangkuk untuk dihirup uapnya. Alangkah baiknya jika ditambah dengan bahan lain seperti minyak kayu putih atau minyak menthol. Cara ini sebaiknya tidak diterapkan pada anak-anak untuk menghindarkan mereka dari luka akibat terkena air panas.
  • Ramuan Tradisional lainnya yang mudah untuk dibuat dengan campuran bahan-bahan dapur, antara lain ramuan jahe dan kencur. Membuatnya pun sangat mudah dan tidak rumit. Pertama-tama, memarkan kedua bahan tersebut pada ukuran kurang lebih 1 cm. Setelah itu, rebuslah dengan air pada takaran 1 gelas. Tunggu sampe mendidih, kemudian angkat. Diamkan hingga agak dingin, kemudian berikan pada anak di malam hari sebelum tidur.

Semoga bisa membantu bunda.

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*