Cara Benar Mengobati Kesleo

Cara Benar Mengobati Kesleo
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest

Keseleo dapat dialami oleh siapa pun, baik oleh orang yang jarang berolahraga, maupun atlet yang berlatih tiap hari. Pada umumnya, keseleo dapat ditangani sendiri di rumah.

Keseleo biasanya terjadi saat Anda tiba-tiba mengubah arah gerakan atau menurunkan kecepatan, biasanya saat berolahraga. Bisa juga saat jatuh, bertabrakan dengan orang atau benda lain, ataupun mendarat dengan posisi yang tidak tepat setelah melompat.

Cara Benar Mengobati Kesleo

Pada kondisi-kondisi di atas, ligamen tidak sengaja dipaksa terentang melampaui kemampuannya sehingga dapat menyebabkan ligamen robek atau terpelintir. Kerusakan ligamen inilah yang mendasari terjadinya keseleo. Ligamen merupakan jaringan menyerupai pita yang menyelimuti sekeliling sendi. Keberadaan ligamen berfungsi menghubungkan tulang yang satu dengan lainnya. Pergelangan kaki, jempol tangan dan kaki, pergelangan tangan, serta lutut adalah area-area yang paling sering mengalami keseleo.

Keseleo biasa ditandai dengan gejala-gejala tertentu, antara lain rasa nyeri di sekeliling sendi yang mengalami keseleo, memar dan bengkak pada sendi, serta ketidakmampuan sendi menyangga beban. Dapat pula timbul memar yang muncul agak jauh dari sendi keseleo akibat darah yang merembes di sepanjang otot. Tingkat keparahan keseleo bergantung dari seberapa berat kerusakan ligamen yang terjadi.

Umumnya Dapat Ditangani Sendiri

Penanganan keseleo harus dilakukan dengan benar demi mencegah timbulnya kambuh di kemudian hari, seperti nyeri jangka panjang dan ketidakstabilan sendi. Pada kebanyakan kasus, keseleo dapat ditangani sendiri di rumah. Berikut tahap-tahap yang dapat diikuti:

  • Berhentilah melakukan aktivitas atau gerakan yang dapat memperparah cedera, setidaknya dalam waktu 2-3 hari setelah cedera.
  • Aplikasikan es yang dibalut dalam handuk pada area yang cedera selama setidaknya 15-20 menit tiap 2-3 jam sehari. Namun hindari menempelkan es secara langsung pada area yang mengalami cedera.
  • Untuk membatasi pergerakan yang bisa memperparah kondisi cedera dan mencegah bengkak yang meluas, balut area yang cedera dengan plester (perban) elastis. Pastikan area ini terbalut rapat, tapi jangan sampai menghambat aliran darah. Lepaskan perban sebelum Anda tidur.
  • Langkah lain untuk mencegah bengkak, letakkan kaki atau anggota badan yang cedera pada posisi yang lebih tinggi. Anda bisa menggunakan bangku tambahan sebagai alas meletakkan kaki saat duduk atau bantal saat tidur.

Agar Keseleo Tidak Datang Lagi

Keseleo maupun kerusakan otot lebih berisiko terjadi terutama jika Anda baru pertama kali melakukan suatu jenis olahraga yang melibatkan bagian otot yang jarang terlatih. Meski demikian, para atlet, terutama atlet lari dan senam, juga dapat mengalami keseleo jika beban latihan yang terlalu berat menjadikan otot menegang.

Otot dan sendi seseorang yang jarang berolahraga cenderung menjadi tidak fleksibel dan lebih berisiko mengalami keseleo. Teknik olahraga yang buruk serta kurangnya pemanasan juga bisa menjadi penyebab keseleo. Selain itu, otot yang kelelahan juga tidak dapat menyangga sendi dengan sempurna.

Oleh karenanya, untuk mencegah keseleo, gunakan pakaian yang nyaman dan sepatu yang tepat serta lakukan pemanasan sebelum olahraga. Disarankan untuk melakukan peregangan sebelum berolahraga. Langkah ini membantu sendi dan otot menjadi lebih fleksibel sehingga tidak mudah cedera. Sebaiknya tunda olahraga saat fisik Anda sedang lelah. Sebagai langkah pencegahan sehari-hari, konsumsi makanan sehat dan segar untuk menjaga kekuatan otot dan sendi.

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*